OPINI & WAWANCARA
JADWAL SHALAT   Subuh 05:29 WIB | Dzuhur 12:39 WIB | Ashar 15:59 WIB | Maghrib 18:40 WIB | Isya 19:46 WIB
Nusantara & Mancanegara

Bank Asing 'Lunas', Korban Lapindo, Bakrie 'Cuek'

Semestinya tawaran atas lahan-lahan kosong tersebut lebih dulu diberikan kepada rakyat korban lumpur dibanding kepada Bank Asing," katanya
26 Oktober 2013 05:25:00 WIB

Jakarta,POL
KEGELISAHAN yang dipertontonkan oleh Bakrie Group terkait jatuh tempo pembayaran hutang kepada Bank of New York menunjukkan bagaimana sikap seorang yang mencalonkan diri sebagai Presiden RI 2014 yang ternyata lebih takut kepada Bank dibanding Rakyat Sidoarjo yang menjadi korban keganasan lumpur Lapindo.
 
Merujuk pada pemberitaan di media massa pada hari Jumat (25/10/2013), terlihat jelas bagaimana grup Bakrie pontang panting menawarkan tanahnya yang diklaim masih tersisa ribuan hektar berupa lahan kosong, untuk dijual atau dijadikan pembayar hutang kepada Bank of New York Mellon Cabang London senilai  US$ 155 juta (Rp 1,5 triliun).
 
Hal ini sangat ironis mengingat hingga saat ini PT. Minarak Lapindo yang merupakan perusahaan milik Bakrie ternyata masih menunggak ganti rugi terhadap ribuan KK korban keganasan semburan lumpur di Sidoarjo.
 
“Seharusnya Bakrie mendahulukan pembayaran gantirugi kepada rakyat Sidoarjo dibanding pelunasan hutang mereka di Bank Asing.,” ujar Peneliti IEDS Musyafaur Rahman melalui keterangan resminya, Sabtu (26/10/2013).
 
Menurutnya, jika memang Bakrie sebagai salah satu tokoh nasional dan pernah menduduki jabatan publik masih memegang ucapannya untuk bertanggungjawab penuh atas kerugian moril maupun materiil yang dialami rakyat Sidoarjo.
 
"Semestinya tawaran atas lahan-lahan kosong tersebut lebih dulu diberikan kepada rakyat korban lumpur dibanding kepada Bank Asing," katanya.
 
Jika tidak, ia menilai rakyat Sidoarjo berhak untuk melakukan pendudukan lahan milik Bakrie yang diklaim masih tersisa ribuan hektar sebagai pengganti atas lahan mereka yang terimbas semburan lumpur Lapindo.
 
Ketidakmampuan Bakrie dalam mengelola bisnisnya juga bisa menjadi tolak ukur rakyat dan catatan penting dalam Pemilihan Presiden 2014 nantinya yang diharapkan unggul dalam mengelola perekonomian di negeri ini.POL

Tinggalkan komentar....





EKONOMI DAN BISNIS


Rupiah hingga Jum'at Ini Di Lanjut Menurun

PADA perdagangan hari ini nilai tukar rupiah terhadap dollar AS terpantau kembali mengalami penurunan yang cukup…
29 Agustus 2014 22:30:00 WIB

Hamas Tolak Lucuti Senjatanya

DESAKAN penjajah Israel agar Hamas melucuti senjatanya sebagai kesepakatan gencatan senjata ditolak pihak Palestina. “Bagi kami…
29 Agustus 2014 16:13:00 WIB

Rusia Bantu Muslim Crimea Naik Haji

29 Agustus 2014 11:45:00 WIB

Jihad Islam : Perang Gaza Belum Berakhir

29 Agustus 2014 11:26:00 WIB

Mantap, Shahrukh Khan Jadi Duta Interpol

01 Agustus 2014 22:26:00 WIB

Innalillahi, Imam Masjid Cina Terbunuh

12 Juni 2014 03:55:00 WIB

David Luiz Hijrah Ke PSG Disambut Lucas Digne

PSG bisa saja merasa bangga bisa memiliki bek asal Brasil berusia 27 tahun, David Luiz.…
14 Juni 2014 04:15:00 WIB

Perahu ini Berdesain Lamborghini

12 Juni 2014 04:35:00 WIB

Wow, Saringan Air Bersih Dari Buku

29 Agustus 2014 21:55:00 WIB

Kantung Urine Jadi Jelly, Atasi Masalah Sanitasi Jamaah Haji

UNTUK mengatasi masalah utama sanitasi jamaah haji ketika pelaksanaan puncak haji, kini tersedia kantung urine yang…
29 Agustus 2014 20:37:00 WIB

Ups, Anas Urbaningrum Mengaku 'Teler'

29 Agustus 2014 17:55:00 WIB

Kurikulum 2013 Mulai Diragukan

29 Agustus 2014 15:15:00 WIB

Mantap, 3 Kecamatan Ini Tolak Raskin

29 Agustus 2014 13:46:00 WIB

Pecandu Narkoba Tidak Dipenjara ?

14 Juni 2014 04:05:00 WIB

Enam Kecurangan Jokowi Selama Kampanye

  BELUM  genap dua minggu setelah mengambil nomor urut, pasangan Joko Widodo dan Jusuf Kalla…
14 Juni 2014 08:45:00 WIB

Pedagang Tanah Abang Gugat Jokowi

14 Juni 2014 07:35:00 WIB

Kolong Stasiun Gondangdia Ditertibkan

15 Juni 2014 02:55:00 WIB

Masuk Monas Kini Jadi Mahal ?

FIX
FIX
IKLAN PALING BAWAH