Leader%20board%20970%20x%2090%20px%20(3)
JADWAL SHALAT  Subuh 04:35 WIB | Dzuhur 11:47 WIB | Ashar 14:59 WIB | Maghrib 17:49 WIB | Isya 18:54 WIB

Nusantara & Mancanegara

Anak-anak, Korban Kekerasan Seks di Zona Konflik

Di Republik Demokratik Kongo, hampir duapertiga kasus kekerasan seksual berdasarkan laporan PBB tahun 2008, melibatkan anak-anak yang sebagian besar masih remaja.

Rabu, 10 April 2013 22:00 devi | hsn|
Anak-anak,  Korban Kekerasan Seks di Zona Konflik
Anak-anak Kongo korban perang
London, POL

SAVE the Children, organisasi nirlaba, menjelaskan bahwa di kawasan zona perang dunia, anak-anak adalah korban utama perkosaan dan bentuk kekerasan seksual lainnya.

Kesimpulan itu berdasarkan data serta kesaksian dari sejumlah orang di negara-negara yang dilanda konflik dalam sepuluh tahun terakhir, termasuk Kolombia, Liberia, dan Kongo.

Inggris mengungkapkan akan menempatkan masalah kekerasan seksual di negara-negara yang dilanda konflik ini selama memimpin kelompok G-8 tahun ini.

Save the Children menjelaskan lebih lanjut, bahwa program untuk menghentikan kekerasan dan membantu anak-anak di zona konflik, dalam keadaan kekurangan dana. Isu ini akan diangkat dalam pertemuan Menteri Luar Negeri G8 di London, Rabu (10/4/2013).

Save the Children melaporkan banyak korban selamat yang diabaikan setelah mengalami kekerasan ini. Disebutkan banyak anak mengalami trauma psikologis seumur hidup mereka.

Bahkan jika mereka pulih secara fisik, banyak korban menanggung luka psikologis selama sisa hidup mereka, dan sering mereka disingkirkan dari masyarakat.

"Mengejutkan bahwa di zona konflik seluruh dunia, anak-anak diperkosa dan dianiaya dan angka kasusnya mengkhawatirkan," kata direktur Save the Children, Justin Forsyth.

Ia menambahkan, kekerasan seksual adalah salah satu tragedi tersembunyi dari perang dan dampaknya bisa merusak sepanjang hidup.

Menteri Luar Negeri Inggris, William Hague, mengkampanyekan kesadaran atas masalah perkosaan anak-anak ini bersama aktris dan juga utusan khusus PBB Angelina Jolie. Hague dan Jolie baru-baru ini bertemu dengan para korban di Kongo.

Salah satu temuan Save the Children di Liberia menyebutkan lebih dari 83% korban dari tahun 2011-2012 berusia di bawah 17 tahun dan hampir semua diperkosa.

Pasca konflik di Sierra Leone, lebih dari 70% kasus kekerasan seksual, disaksikan Komite Penyelamat Internasional (IRC), dialami gadis di bawah 18 tahun, dimana lebih dari seperlima-nya adalah anak-anak di bawah usia 11 tahun, begitu dilaporkan.

Di Republik Demokratik Kongo, hampir duapertiga kasus kekerasan seksual berdasarkan laporan PBB tahun 2008, melibatkan anak-anak yang sebagian besar masih remaja.

Anak-anak laki dan perempuan diculik dan dilecehkan oleh tentara dan kelompok separatis, menurut laporan lembaga non profit, dan anak-anak terjebak dalam kekerasan.

Para Menteri Luar Negeri G8 - dari Inggris, Kanada, Perancis, Jerman, Italia, Jepang, Rusia dan Amerika Serikat - akan bertemu di London. Mereka akan mengadakan makan malam pada Rabu dan pembicaraan resmi pada hari Kamis.

Dibaca 600 kali

Pelita Online hari ini
Tinggalkan komentar....
Nusantara & Mancanegara
India Tawarkan Pusat IT Ke Timor Leste

India Tawarkan Pusat IT Ke Timor Leste

Dubes menyampaikan tawaran Pemerintah India untuk mendirikan Pusat Teknologi Informasi – Centre of Excellence in Information Technology (CEIT) di Timor-Leste