Get Adobe Flash player
JADWAL SHALAT  Subuh 04:35 WIB | Dzuhur 11:47 WIB | Ashar 14:59 WIB | Maghrib 17:49 WIB | Isya 18:54 WIB

Nusantara & Mancanegara

Tentara Timor Leste (FFDTL), Sembarangan

Mayor Jenderal Lere Anan Timur yang mengancam menangkap Hercules, disikapi secara tegas oleh Mecho Joao, selaku pengacara pribadi Hercules.

Minggu, 13 Januari 2013 13:10 Bhr|
Tentara Timor Leste (FFDTL), Sembarangan
Hercules, Ketua Umum (GRIB), Berafiliasi Gerindra
Jakarta, POL

Menanggapi pernyataan Panglima Tentara Timor Leste (FFDTL) Mayor Jenderal Lere Anan Timur yang mengancam menangkap Hercules, disikapi secara tegas oleh Mecho Joao, selaku pengacara pribadi Hercules.

Seperti diketahui Hercules lahir di distrik Ainaro, Timor Leste. Dia kini menjabat Ketua Umum Gerakan Rakyat Indonesia Baru (GRIB) yang juga terafiliasi dengan Partai Gerindra.

"Tuduhan dan ancaman panglima kepada Hercules salah alamat. Ini arogansi Lere sebagai panglima tentara," ujar Mecho melalui pesan singkatnya kepada wartawan, Jakarta, Sabtu (12/01/2013).

Menurut Mecho, pernyataan Jenderal Lere dipicu oleh sentimen subjektif yang emosional. Hercules yang memiliki nama asli Rosalia Marshal, kebetulan orang Timor dari sektor barat, yang begitu terkenal sehingga di elu-elukan oleh siapa saja baik di Indonesia maupun di Timor Leste.

"Kadang kebanggaan itu menyebabkan mereka menerima kehadiran Hercules secara berlebihan. Tokoh yang spektakuler, dan kebutulan dia lahir dari Distrik Ainaro, Timor Leste," tambah Mecho.

Seorang panglima seharusnya mengeluarkan pernyataan yang mendukung persatuan pasca merdeka, termasuk warga Timor yang pro Integrasi dan warga kelahiran Timor-timor.

"Harusnya panglima itu keluarkan pernyataan menaungi persatuan. Sesudah merdeka dinaungi seluruh rakyat termasuk yang pro integrasi, termasuk warga kelahiran kelahiran Timor timor," jelas Mecho

DPR mengecam lantaran Timor Leste tidak bisa menangkap sembarang orang. Apalagi, orang tersebut adalah warga negara Indonesia.

"Tidak bisa sembarangan menangkap warga negara Indonesia, termasuk Hercules oleh tentara Timor Leste. Tentu kita sayangkan itu," kata Wakil Ketua Komisi I DPR TB Hasanuddin di Jakarta, Sabtu (12/1/2013).

Jelas TB Hasanuddin, menangkap warga negara lain memiliki aturan yang berlaku. Tidak bisa sembarangan melakukan penangkapan.

"Harus ada keputusan politik kedua negara. Lagi pula kenapa Panglima Tentara Timor Leste yang bicara," ujar mantan Sekretaris Militer era pemerintahan Megawati Soekarnopuri itu.

Dari laman timorhauniandoben.com, Panglima Angkatan Pertahanan Timor Leste (F-FDTL) Mayor Jenderal, Lere Anan Timur, tidak setuju dengan kembalinya mantan pro integrasi, Hercules ke Timor Leste.

"Saya mendengar bahwa warga di Atambua ingin kembali ke Timor, saya tidak setuju dengan hal ini. Meskipun beberapa dari pemimpin kita (Timor Leste), ingin menciptakan persatuan
nasional," kata Lere, Sabtu (8/1/2013) di desa Bidau Dili.

Jenderal Lere mengatakan dia tidak setuju karena khawatir jika warga eks pro integrasi kembali, akan ada lagi sengketa tanah dan lain-lain, di antara orang-orang yang berada di pengungsian, mereka yang ingin kembali ke Timor Leste.

Lere menegaskan, warga Atambua ketika mereka kembali ke Timor Leste, mereka tidak memiliki hak kekayaan (aset) saat mereka meninggalkan Timor Leste.

Jenderal Lere juga menyesalkan atas kedatangan Hercules baru-baru ini, warga negara Indonesia, seorang eks warga Timor Timur yang masuk ke Timor Leste melalui bandara Comoro-Dili, dan polisi justru menyambut Hercules, layaknya seorang 'presiden'.

"Bagi saya, dia (Hercules) tidak akan pernah menjadi besar, ia menganjurkan kembali ke masa lalu. Ini terlalu merendahkan martabat Timor Leste, "kata Lere.

Lere menyatakan, jika Hercules kembali lagi, dia akan menangkapnya sebagai bagian dari tugas tanggung jawabnya.
Lebih jauh Lere menegaskan, siapa pun tidak bisa datang kemudian mengintervensi Timor Leste, karena sudah menjadi negara, bukan provinsi Indonesia.

Dibaca 990 kali

Pelita Online hari ini
Tinggalkan komentar....
Nusantara & Mancanegara
Solo Rayakan Tahun Baru Cina Gaya Jawa

Solo Rayakan Tahun Baru Cina Gaya Jawa

Grebeg adalah prosesi Jawa biasanya diadakan untuk merayakan Idul Fitri dan Idul Adha (Hari Kurban), dan untuk memperingati kelahiran Nabi Muhammad.