FIX
FIX
OPINI & WAWANCARA
Rasionalisasi Pemimpin
Oleh : M Alfan Alfian
JADWAL SHALAT   Subuh 05:29 WIB | Dzuhur 12:39 WIB | Ashar 15:59 WIB | Maghrib 18:40 WIB | Isya 19:46 WIB
Nusantara & Mancanegara

Tentara Timor Leste (FFDTL), Sembarangan

Mayor Jenderal Lere Anan Timur yang mengancam menangkap Hercules, disikapi secara tegas oleh Mecho Joao, selaku pengacara pribadi Hercules.
13 Januari 2013 06:10:00 WIB

Jakarta, POL

Menanggapi pernyataan Panglima Tentara Timor Leste (FFDTL) Mayor Jenderal Lere Anan Timur yang mengancam menangkap Hercules, disikapi secara tegas oleh Mecho Joao, selaku pengacara pribadi Hercules.

Seperti diketahui Hercules lahir di distrik Ainaro, Timor Leste. Dia kini menjabat Ketua Umum Gerakan Rakyat Indonesia Baru (GRIB) yang juga terafiliasi dengan Partai Gerindra.

"Tuduhan dan ancaman panglima kepada Hercules salah alamat. Ini arogansi Lere sebagai panglima tentara," ujar Mecho melalui pesan singkatnya kepada wartawan, Jakarta, Sabtu (12/01/2013).

Menurut Mecho, pernyataan Jenderal Lere dipicu oleh sentimen subjektif yang emosional. Hercules yang memiliki nama asli Rosalia Marshal, kebetulan orang Timor dari sektor barat, yang begitu terkenal sehingga di elu-elukan oleh siapa saja baik di Indonesia maupun di Timor Leste.

"Kadang kebanggaan itu menyebabkan mereka menerima kehadiran Hercules secara berlebihan. Tokoh yang spektakuler, dan kebutulan dia lahir dari Distrik Ainaro, Timor Leste," tambah Mecho.

Seorang panglima seharusnya mengeluarkan pernyataan yang mendukung persatuan pasca merdeka, termasuk warga Timor yang pro Integrasi dan warga kelahiran Timor-timor.

"Harusnya panglima itu keluarkan pernyataan menaungi persatuan. Sesudah merdeka dinaungi seluruh rakyat termasuk yang pro integrasi, termasuk warga kelahiran kelahiran Timor timor," jelas Mecho

DPR mengecam lantaran Timor Leste tidak bisa menangkap sembarang orang. Apalagi, orang tersebut adalah warga negara Indonesia.

"Tidak bisa sembarangan menangkap warga negara Indonesia, termasuk Hercules oleh tentara Timor Leste. Tentu kita sayangkan itu," kata Wakil Ketua Komisi I DPR TB Hasanuddin di Jakarta, Sabtu (12/1/2013).

Jelas TB Hasanuddin, menangkap warga negara lain memiliki aturan yang berlaku. Tidak bisa sembarangan melakukan penangkapan.

"Harus ada keputusan politik kedua negara. Lagi pula kenapa Panglima Tentara Timor Leste yang bicara," ujar mantan Sekretaris Militer era pemerintahan Megawati Soekarnopuri itu.

Dari laman timorhauniandoben.com, Panglima Angkatan Pertahanan Timor Leste (F-FDTL) Mayor Jenderal, Lere Anan Timur, tidak setuju dengan kembalinya mantan pro integrasi, Hercules ke Timor Leste.

"Saya mendengar bahwa warga di Atambua ingin kembali ke Timor, saya tidak setuju dengan hal ini. Meskipun beberapa dari pemimpin kita (Timor Leste), ingin menciptakan persatuan
nasional," kata Lere, Sabtu (8/1/2013) di desa Bidau Dili.

Jenderal Lere mengatakan dia tidak setuju karena khawatir jika warga eks pro integrasi kembali, akan ada lagi sengketa tanah dan lain-lain, di antara orang-orang yang berada di pengungsian, mereka yang ingin kembali ke Timor Leste.

Lere menegaskan, warga Atambua ketika mereka kembali ke Timor Leste, mereka tidak memiliki hak kekayaan (aset) saat mereka meninggalkan Timor Leste.

Jenderal Lere juga menyesalkan atas kedatangan Hercules baru-baru ini, warga negara Indonesia, seorang eks warga Timor Timur yang masuk ke Timor Leste melalui bandara Comoro-Dili, dan polisi justru menyambut Hercules, layaknya seorang 'presiden'.

"Bagi saya, dia (Hercules) tidak akan pernah menjadi besar, ia menganjurkan kembali ke masa lalu. Ini terlalu merendahkan martabat Timor Leste, "kata Lere.

Lere menyatakan, jika Hercules kembali lagi, dia akan menangkapnya sebagai bagian dari tugas tanggung jawabnya.
Lebih jauh Lere menegaskan, siapa pun tidak bisa datang kemudian mengintervensi Timor Leste, karena sudah menjadi negara, bukan provinsi Indonesia.


Tinggalkan komentar....





EKONOMI DAN BISNIS


BPS: Inflasi Terkendalai Akibat Tarif Listrik Dan Biaya Pendidikan

BADAN Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi Agustus sebesar 0,47%, yang berarti lebih tinggi dari konsensus…
03 September 2014 13:29:00 WIB

ISIS Kembali Penggal Wartawan Amerika

ISIS kembali menghebohkan dunia dengan postingan video terbarunya yang menunjukkan pemenggalan kepala untuk kedua kalinya…
03 September 2014 10:45:00 WIB

Duh, Kepunahan Bahasa Sudah di Depan Mata

03 September 2014 09:53:00 WIB

Botol Unik, Hemat Penggunaan Air Minum

02 September 2014 15:52:00 WIB

Benarkah Rokok Elektronik Lebih Berbahaya ?

02 September 2014 15:06:00 WIB

Pertama Kali, Toronto Gelar Fesyen Muslim

15 Juni 2014 01:00:00 WIB

Meriahkan Piala Dunia 2014, Blackberry Rilis 5 Aplikasi Baru

DIGELARNYA ajang Piala Dunia 2014, di Brazil, tentu mengundang semua lini bisnis untuk memanfaatkan momentum…
15 Juni 2014 06:50:00 WIB

FIFA Geram Dipermainkan Beckenbauer

15 Juni 2014 07:55:00 WIB

Bom Besi Ancam Presiden Baru Ukraina

15 Juni 2014 08:50:00 WIB

Uniknya Jalanan di Kampus Ini

03 September 2014 13:48:00 WIB

Deteksi Bawah Laut Dengan Gelombang Suara Karya Mahasiswa IPB

UNTUK mendeteksi objek bawah laut dan topografi di dasarnya sangat baik digunakan teknologi gelombang suara dengan…
02 September 2014 14:49:00 WIB

UU Advokasi Cegah Praktik Suap ?

02 September 2014 14:13:00 WIB

Polantas Akan Tindak Mobil Mewah

02 September 2014 13:31:00 WIB

Silaturrahim Hatta-Jokowi, PDIP Malu Hati

15 Juni 2014 15:00:00 WIB

Disela Istirahat Debat Capres Prabowo Turun Panggung Cium Mantran Istri dan Anak

Pantauan PelitaOnline langsung di arena debat capres 2014 , minggu (15/06/2014) melihat suasana terharu dan…
29 Agustus 2014 17:55:00 WIB

Kurikulum 2013 Mulai Diragukan

29 Agustus 2014 20:37:00 WIB

Ups, Anas Urbaningrum Mengaku 'Teler'

29 Agustus 2014 13:46:00 WIB

Pecandu Narkoba Tidak Dipenjara ?

IKLAN PALING BAWAH